Analisis Hasil Rapor Pendidikan 2024 SMPN 3 Malang

Pada hari Kamis, 14 Maret 2024 Kepala Sekolah SMPN 3 Malang yaitu Ibu Mutmainah Amini menyelenggarakan rapat Analisis Hasil Rapor Pendidikan 2024 yang dihadiri oleh pengawas SMP yaitu bapak Sutikno. Rapat ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dapat dilihat dalam rapor pendidikan SMPN 3 Malang. Rapor Pendidikan menjadi umpan balik bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah yang disediakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membenahi mutu layanan pendidikan. Kini, Rapor Pendidikan menjadi acuan perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Kegiatan dibuka dengan pidato sambutan dari kepala sekolah SMPN 3 Malang yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan oleh pengawas. Kepala Sekolah SMPN 3 Malang mengatakan bahwa hasil rapor pendidikan SMPN 3 Malang mengalami peningkatan secara keseluruhan. Setelah pengawas selesai memberikan pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok yang berisi para guru dan staf sekolah untuk mengerjakan analisis rapor pendidikan. Analisis dilakukan dengan mempelajari akar masalah dari masing-masing indikator. Melihat skor rapor yang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 atau skor rapor yang masih rendah. Dari perolehan skor ini kemudian dicarikan alternatif pemecahan masalah. Kelompok terdiri dari 6 dimensi yaitu Kelompok Literasi, Kelompok Numerasi, Kelompok Karakter, Kelompok Iklim Keamanan Sekolah, Kelompok Iklim Kebhinekaan, dan Kelompok Kualitas Pembelajaran. Para guru dan staf sekolah mengerjakan rapor pendidikan sesuai kelompoknya masing-masing yang kemudian hasil pengerjaan tersebut di presentasikan ke depan yang kemudian diberikan saran, komentar dan masukan oleh kelompok lain dan juga kepala sekolah. Dalam mengerjakan rapor pendidikan, bapak pengawas akan berkeliling di setiap kelompok untuk membantu mengarahkan dan mengerjakan sesuai ketentuan.

Presentasi pertama dilakukan oleh kelompok Literasi. Pada presentasi Kelompok Literasi dikatakan bahwa minimnya kemampuan literasi para siswa diakibatkan oleh kurangnya minat membaca teks sastra pada anak-anak. Dari seluruh siswa SMPN 3 Malang yang ada hanya 82% siswa yang memahami dalam mengevaluasi isi teks. Sehingga di usulkan inspirasi kegiatan benahi untuk meminimalkan anak yang kurang berliterasi yang terdiri dari 3 cara yaitu :

  1. Teks Sastra sebagai fasilitas meningkatkan kemampuan literasi
  2. Implementasi teks sastra untuk memperbaiki pembelajaran literasi
  3. Program dan kebijakan di bidang sastra

Kemudian presentasi selanjutnya dilakukan oleh Kelompok Numerasi. Dikatakan oleh perwakilan kelompok numerasi yang maju bahwa Dimensi Numerasi pada SMPN 3 Malang mengalami penurunan sebesar 4,44%. Sehingga diperlukan pemahaman, pelaksanaan, dan evaluasi dalam refleksi pembelajaran. Salah satu caranya yaitu dengan dilakukan pembelajaran interaktif dengan metodologi yang bermacam-macam sesuai kebutuhan siswa. Lalu untuk presentasi yang terakhir di lakukan oleh kelompok Iklim Keamanan Sekolah. Pada presentasi kelompok Iklim Keamanan Sekolah banyak hal yang ditekankan terutama dalam hal merokok dan narkoba. Diusahakan dalam lingkungan SMPN 3 Malang jauh dari kegiatan ilegal seperti merokok dan minum-minuman keras. Hal ini harus di dukung dengan tindakan para guru itu sendiri, dimana masih ditemukan 1 putung rokok di tempat sampah toilet guru laki-laki. Sehingga sangat diperlukan kontribusi para guru agar tidak merokok di area sekolah sehingga tidak dicontoh oleh para siswa. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah dari semua rancangan kegiatan yang diajukan akan dipilah dan dipilih kembali berdasarkan skala prioritas dan menyesuaikan dengan anggaran sekolah.


Previous PostPPDB
Next PostPendampingan Pengawas di SDN Tanjungrejo 1 Malang