Inovasi Karakter di Era Digital: Dikbud Perkuat Kompetensi Pendidik Nonformal Lewat AI

Jumat,18 September 2026 by Azhar Arranirie

MALANG (18/09/2026) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan karakter di jalur nonformal. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Workshop Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KH) pada Satuan Pendidikan Nonformal yang mengintegrasikan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Acara yang berlangsung di Aula Dikbud Kota Malang pada Jumat, 18 September 2026 ini, dihadiri oleh para tutor dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Kota Malang. Workshop ini bertujuan untuk membekali pendidik dengan kemampuan mengemas pendidikan karakter secara inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

02.jpg 406.15 KB


Keteladanan sebagai Kunci Utama
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dikbud Kota Malang, Ibu Dyah Kusarini, S.Si., menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara esensi pendidikan karakter tetap berakar pada keteladanan pendidik. Beliau mengingatkan para peserta bahwa transformasi perilaku siswa dimulai dari apa yang mereka lihat pada gurunya.

03.jpg 493.47 KB

"Ketika kita bisa memberikan contoh yang baik, mereka secara otomatis juga akan mengikuti," ujar Ibu Dyah di hadapan puluhan peserta workshop. Beliau juga berharap agar digitalisasi ini dapat meningkatkan motivasi warga belajar di jalur nonformal yang memiliki latar belakang usia dan kondisi sosial yang sangat beragam.

AI sebagai Mitra Kreatif Pendidik
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli di bidang teknologi informasi, Bapak Mahmud Yunus, S.Kom., M.Pd., dari STIMIK Pratya Paramita. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) saat ini telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari, namun tidak akan pernah bisa menggantikan peran "jiwa" atau spiritualitas seorang guru.

04.jpg 372.65 KB

"AI hadir bukan untuk menggantikan, tetapi sebagai partner untuk mempercepat pekerjaan administratif dan memberikan ide-ide kreatif dalam pembuatan media ajar," jelas Bapak Mahmud. Para peserta dibekali teknik prompting yang presisi menggunakan metode RAPID (Role, Action, Purpose, Instruction, Detail) untuk merumuskan modul pembelajaran yang kontekstual dan efektif.

Menjawab Tantangan Inklusi dan Keterbatasan
Kegiatan ini tidak hanya membahas kecanggihan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek inklusi dan tantangan nyata di lapangan. Dalam sesi diskusi, muncul pembahasan mengenai strategi pengajaran bagi warga belajar berkebutuhan khusus, korban bullying, hingga warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang memiliki keterbatasan akses internet.

Menanggapi hal tersebut, ditekankan bahwa AI dapat digunakan untuk memproduksi media pembelajaran fisik seperti poster dan lembar aktivitas (ceklist) yang tetap bisa digunakan meskipun tanpa koneksi internet langsung di kelas. Hal ini sejalan dengan target output kegiatan, di mana setiap satuan pendidikan diwajibkan mengumpulkan satu modul penerapan 7 KH hasil kreasi mandiri dalam waktu satu minggu ke depan yakni. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KH) yang menjadi fokus meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.

05.jpg 391.06 KB

Acara ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk mewujudkan pendidikan kesetaraan yang lebih berkualitas. Dengan penguasaan TIK yang mumpuni, para pendidik diharapkan mampu mencetak generasi hebat yang cerdas secara intelektual dan kuat secara karakter.

Kota Malang? Mbois Berkelas!

Tools AI populer seperti ChatGPT, Gemini, Claude, hingga NotebookLM untuk mendukung analisis data dan penyusunan modul.

Bagikan Juga

Pesan