Sinergi Dikbud dan KONI: Guru PJOK Garda Terdepan Wujudkan Target 222 Emas dan Malang Berkelas
Kamis,10 September 2026 by Azhar Arranirie
MALANG (10/09/2026)– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang memperkuat langkah strategis dalam pembinaan atlet usia dini melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10 September 2026, bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara (Aula Diknas). Bimtek ini diikuti oleh sekitar 120 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SD dan SMP se-Kota Malang
Visi "Malang Tahes" dan Target Ambisius 222 Emas Acara secara resmi dibuka oleh Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada para guru olahraga atas kontribusi mereka membawa Kota Malang menjadi runner-up PORPROV Jatim 2025 dengan capaian rekor 139 medali emas. Beliau menekankan bahwa Pemerintah Kota Malang kini telah menetapkan target besar, yakni meraih 222 medali emas pada gelaran PORPROV 2027 mendatang.
WhatsApp Image 2026-09-11 at 13.19.38.jpeg716.26 KB "Target boleh setinggi langit, tetapi upaya, usaha, serta doa harus menjadi ikhtiar kita bersama. Guru PJOK adalah ujung tombak yang menemukan bibit-bibit unggul ini langsung dari bangku sekolah," tegas Bapak Wahyu Hidayat. Beliau juga berharap sinergi ini dapat mewujudkan visi "Malang Tahes" (Malang Sehat) sebagai bagian dari fondasi Malang Berkelas.
Strategi Sport Tourism dan Pendataan Atlet Ketua Umum KONI Kota Malang, Dr. Djoni Sudjatmoko, memaparkan bahwa untuk melampaui dominasi daerah lain, Kota Malang menerapkan konsep Sport Tourism. Strategi ini menggabungkan kompetisi olahraga dengan daya tarik wisata, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi sekaligus menjaring minat atlet muda.
WhatsApp Image 2026-09-11 at 13.20.47.jpeg681.88 KB KONI juga mengajak para guru untuk mulai melakukan pendataan atlet secara sistematis melalui program by name dari tingkat sekolah dasar dan menengah. "Kita mulai menentukan siapa atlet kita di tahun-tahun mendatang melalui bantuan Bapak dan Ibu guru untuk mengidentifikasi potensi anak didik sejak dini," jelas Dr. Joni.
Fokus pada Fundamental Movement Skills Narasumber ahli, Prof. Dr. Winarno, M.Pd., memberikan materi krusial mengenai pentingnya penguasaan Fundamental Movement Skills (gerak dasar) pada anak usia dini. Beliau mengingatkan bahwa di tingkat sekolah, fokus utama adalah memfasilitasi gerakan multilateral yang beragam agar anak berkembang secara optimal sebelum memasuki tahap spesialisasi cabang olahraga.
WhatsApp Image 2026-09-11 at 13.22.57.jpeg823.3 KB "Tugas guru PJOK adalah memfasilitasi gerak dasar sebanyak mungkin. Dengan fondasi fisik yang kuat, proses seleksi dan pengembangan atlet elit di masa depan akan jauh lebih efektif," ungkap Prof. Winarno.
Harapan Masa Depan Melalui kegiatan yang berlangsung pada 10 September ini, Dikbud Kota Malang berharap para guru PJOK dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru dalam memantau dan membina potensi anak didik. Dengan kolaborasi erat antara pihak sekolah, klub, dan KONI, Kota Malang optimis dapat mencetak sejarah baru dan menjadi barometer prestasi olahraga di Jawa Timur.