PENDAMPINGAN SEKDIN DALAM ACARA PERMOHONAN AUDIENSI DARI KANDAGA SENI BUDAYA MALANG (KSBM)

PENDAMPINGAN SEKDIN DALAM ACARA PERMOHONAN AUDIENSI DARI KANDAGA SENI BUDAYA MALANG (KSBM) DAN MEMPRESENTASIKAN PRODUKSI FILM KIDUNG KASMARAN BUMI TUMAPEL


Malang, Rabu - 20 Maret 2024

Dalam acara permohonan audiensi dari Kandaga Seni Budaya Malang(KSBM) dan Mempresentasikan produksi film Kidung Kasmaran Bumi Tumapel diawali dengan penyampaian gagasan serta perkenalan awal oleh Ki Suhardi selaku ketua dari KSBM. Dalam hal ini Ki Suhardi banyak menyampaikan mengenai pelestarian budaya tradisional yang memang harus diperkenalkan kepada segala kalangan, apalagi kepada kalangan anak muda pada masa kini. Kemudian setelah penyampaian dari Ki Suhardi dilanjutkan dengan penyampaian oleh Ibu Kadin yang dalam penyampaiannya juga banyak memberikan apresiasi positif terhadap Komunitas KSBM ini serta memiliki harapan agar kesenian tradisional baik yang dipertunjukkan secara panggung maupun yang sudah dalam bentuk film dapat senantiasa dikembangkan dan memiliki apresiasi dan dukungan positif baik dari pihak pemerintah serta juga dari pihak masyarakat luas terutama masyarakat daerah Malang sendiri.Kemudian setelah penyampaian dari Bu Sekdin dilanjutkan dengan pemutaran cuplikan film karya Ki Suhardi dengan judul “Kidung Kasmaran Bumi Tumapel”. Dalam film tersebut, banyak pelajaran yang didapat serta penyajiannyapun sangat menarik karena adanya kolaborasi antara tempat syuting yang tepat serta kesan dalam film juga sangat menunjukkan kesan tradisional pada saat jaman kerajaan jaman dahulu dengan pemilihan tempat lokasi di asli daerah Malang yaitu di daerah Dau.Dalam praktisi seni ada yg di visualisasikan seperti ludruk.Dalam ksbm, ada divisi musik, campur Sari, kesenian.

Setelah pemutaran film selesai, maka selanjutnya yaitu terdapat sedikit penjelasan dari Ki Suhardi dan pihak dari Pagak TV mengenai produksi film tersebut.Kemudian setelah itu juga terdapat sesi penyampaian pertanyaan oleh sekretaris KSBM . pertanyaan tersebut yaitu berkaitan dengan pendanaan, kemudian Bu Juli selaku kabid menjawab bahwa masih akan di koordinasikan dengan pimpinan terlebih dahulu.

Berdasarkan pagak TV, Syuting pertama di Dau, syuting kedua di tumpang, Syuting pertama 16 juta. Untuk episode pertama bisa jadi setelah idul Fitri. Proses pendanaan dalam syuting sangat di perlukan untuk kualitas film yang bagus.


Previous PostPPDB
Next PostAnalisis Hasil Rapor Pendidikan 2024 SMPN 3 Malang