Sosialisasi Program Revitalisasi 2026, Standarisasi Sarpras SD dan SMP Kota Malang

Senin,20 April 2026 by Azhar Arranirie

MALANG (20/04/2026) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar menggelar agenda penting terkait peningkatan infrastruktur sekolah. Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Revitalisasi Tahun 2026 yang ditujukan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki fasilitas yang representatif dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

02.jpg 131.19 KB

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Bapak Muflikh Adhim, S.E., M.M. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan prioritas pembangunan untuk menjawab tantangan kebutuhan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya yang lebih modern. Beliau menekankan bahwa setiap sekolah yang terpilih mendapatkan program ini harus mampu mengelola proses transisi dengan baik agar hak belajar siswa tetap terpenuhi meski dalam masa renovasi.

Acara ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program revitalisasi pada tahun anggaran 2026. Kehadiran para pimpinan satuan pendidikan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan, mulai dari tahap perencanaan, mekanisme pengerjaan, hingga pelaporan administrasi. Sinergi antara dinas dan pihak sekolah dianggap sebagai kunci utama agar pembangunan fisik berjalan sesuai dengan spesifikasi dan waktu yang telah ditentukan.

03.jpg 175.25 KB

Selain fokus pada aspek fisik bangunan, sosialisasi ini juga membahas mengenai integrasi konsep sekolah ramah anak dan gedung hijau (green building) dalam rencana revitalisasi. Pemerintah Kota Malang berkeinginan agar sekolah tidak hanya sekadar kokoh, tetapi juga memiliki sanitasi yang baik, pencahayaan alami yang cukup, serta lingkungan yang aman bagi mobilitas siswa. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak psikologis positif yang akan meningkatkan semangat belajar serta prestasi anak didik di sekolah.

Dalam sesi teknis, dijelaskan mengenai prosedur pengosongan lahan sementara dan pengaturan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama masa pembangunan berlangsung. Pihak dinas meminta para Kepala Sekolah untuk proaktif melakukan komunikasi dengan komite sekolah dan orang tua murid guna menghindari kesalahpahaman. Transparansi dan koordinasi yang intensif diharapkan dapat meminimalisir kendala sosial maupun teknis yang mungkin muncul di lapangan selama proyek berjalan.

04.jpg 155.49 KB

Sebagai penutup, Bapak Muflikh Adhim mengajak seluruh Kepala Sekolah untuk menjaga amanah pembangunan ini dengan sebaik-baiknya. Revitalisasi ini diharapkan menjadi momentum transformasi wajah pendidikan di Kota Malang yang semakin bermartabat. Dengan sarana prasarana yang jauh lebih baik di tahun 2026 nanti, diharapkan mutu lulusan SD dan SMP di Kota Malang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional, didukung oleh lingkungan sekolah yang memadai. (Iza Pendas)

Bagikan Juga

Pesan